MataParlemen.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menopang seluruh kebutuhan pembiayaan dalam penanganan bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Alokasi anggaran tersebut akan disesuaikan secara dinamis dengan skema penanganan darurat serta tahapan pemulihan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Purbaya melalui sambungan telepon dalam Rapat Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Satgas Galapana) DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Minggu (16/8/2026) malam.
“Buat anggota DPR semuanya yang ada di sana, sama semua yang rapat pada malam hari ini, Menteri Keuangan siap membantu kebutuhan pembiayaan di sana (NTT),” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).
Purbaya menjelaskan, tahap awal penanggulangan bencana akan mengandalkan alokasi anggaran siaga yang telah disiapkan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup. Biasanya kalau kurang kita isi langsung itu dana PNBP,” jelas Purbaya.
Purbaya memaparkan, pembiayaan penanganan bencana dilakukan melalui mekanisme yang terukur, dimulai dari fase tanggap darurat hingga berlanjut ke tahap rekonstruksi wilayah terdampak.
“Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus, Pak,” kata Purbaya.(erc).


