Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Pemerintah Iran Sebut Ziarah Delegasi Tingkat Tinggi Indonesia Cermin Eratnya Persahabatan

Juli 12, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Luncurkan Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’, Bamsoet Apresiasi Gaya Kepemimpinan Presiden Prabowo
DPR

Luncurkan Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’, Bamsoet Apresiasi Gaya Kepemimpinan Presiden Prabowo

RedaksiBy RedaksiFebruari 15, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meluncurkan buku berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” dalam diskusi publik yang digelar di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Buku karya jurnalis senior Joseph Osdar ini menghadirkan gambaran tentang praktik politik yang bekerja dalam senyap, tanpa panggung, tanpa sensasi, dan tanpa kebutuhan untuk mempertontonkan konflik.

“Buku ini merekam bagaimana politik sesungguhnya bekerja. Tidak selalu di depan kamera, tidak selalu di panggung besar, dan tidak selalu melalui pernyataan keras atau populis. Politik akal sehat justru sering hadir dalam ruang-ruang sunyi, dalam keputusan-keputusan yang tidak populer tetapi penting bagi bangsa,” ujar Bamsoet saat diskusi publik dan peluncuran buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung.’

Peluncuran buku ini dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menkomdigi RI Meutia Hafid, Dubes RI untuk Italia Junimart Girsang, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto, Anggota Komisi III DPR RI F-PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy, Mantan Ketua MK Prof. Jimly Asshiddiqie, Mantan Dubes Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, Komut Pertamina Iwan Bule, Direktur Pertamina Simon Aloisius Mantiri, Pengusaha Jerry Hermawan Lo, Ketum FKPPI Pontjo Sutowo, Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutarman, Mantan Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua Dewan Pembina KADIN Indonesia Didik J. Rachbini, Tokoh PAN Soetrisno Bahir, Rocky Gerung, Akbar Faisal serta Pakar Politik Effendi Gazali.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, salah satu pesan utama buku ini adalah pentingnya kedewasaan dalam mengelola perbedaan. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan dan kepentingan merupakan keniscayaan. Namun, kualitas demokrasi ditentukan oleh cara para elite mengelola perbedaan itu.

“Kita lihat kemampuan Presiden Prabowo merangkul, menjembatani untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada demi kepentinhan bangsa. Siapa yang tidak kenal misalnya Tom Lembong dan Hasto, yang berseberangan ketika Pilpres. Tetapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong dikasih abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap peluncuran buku ini dapat memperkaya diskursus publik mengenai praktik politik yang sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, sekaligus menjadi penanda bahwa demokrasi Indonesia memiliki alternatif narasi selain politik panggung dan kegaduhan.

“Karena pada hakekatnya Pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Serta membela, bukan mencela,” tegas Bamsoet.

Dalam buku ini, sang penulis Joseph Osdar menjadikan Bamsoet sebagai narasumber utama. Osdar menempatkan Prabowo dan Bamsoet sebagai contoh praktik politik rasional di tengah budaya politik yang sering kali emosional dan reaktif. Politik akal sehat, sebagaimana digambarkan dalam buku, adalah politik yang memahami kapan harus berbicara dan kapan harus bekerja. Termasuk memahami bahwa perbedaan pandangan dan kepentingan dalam demokrasi merupakan keniscayaan.

“Demokrasi tidak akan rusak karena perbedaan, tetapi Ia bisa rusak karena ketidakmampuan mengelola perbedaan. Politik tanpa panggung adalah politik yang tidak sibuk memperlebar jarak, tetapi berupaya menjembatani kepentingan demi stabilitas nasional agar investasi tumbuh, dunia usaha berkembang,” tegas Osdar.

Buku ini juga menyoroti bagaimana relasi politik yang dibangun atas dasar saling menghormati peran kelembagaan mampu menciptakan stabilitas politik jangka panjang. Menurut Osdar, hubungan politik yang sehat tidak harus selalu diekspresikan melalui koalisi formal atau pernyataan publik yang demonstratif.

“Terpenting dalam politik adalah kejelasan tujuan dan komitmen kebangsaan. Ketika tujuan nasional menjadi titik temu, maka ego personal dan kepentingan jangka pendek harus dikesampingkan,” jelas Osdar.

Hal senada diungkapkan pengamat politik Rocky Gerung. Ia menegaskan bahwa politik tidak boleh semata-mata diukur dari elektabilitas, melainkan harus berangkat dari etika dan moralitas. Ia menilai, dalam diri Prabowo Subianto terdapat sense of keperwiraan yang tercermin dalam sikap dan keputusan politiknya, termasuk saat menghadapi momentum krusial pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019.

“Waktu itu Pak Prabowo minta masukan apa yang perlu disampaikan di debat. Saya sarankan beliau membawa buku The Great Disruption karya Francis Fukuyama dan menanyakan kepada Pak Joko Widodo bagian mana yang menarik. Itu untuk menguji kedalaman literasi kepemimpinan,” ujar Rocky.

Rocky menilai strategi tersebut secara politik berpotensi memberi keuntungan elektoral besar. Namun ia melihat Prabowo memilih jalan berbeda dengan tidak menggunakan pendekatan yang bisa mempermalukan lawan di atas panggung debat.

“Beliau menolak karena tidak ingin menghina Presiden Jokowi di panggung. Di situ saya melihat ada etika dan moralitas yang didahulukan. Politik bagi beliau bukan sekadar soal menang, tetapi juga menjaga martabat,” papar Rocky. (ira)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 2026
Berita Terkini

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

Juli 13, 202619 Views

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 20265 Views

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 20263 Views

Baleg DPR: Tidak Benar RUU Perampasan Aset Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2026

Juli 12, 20262 Views

Udang Kebumen Tembus Pasar AS, Darori Soroti Dampaknya Bagi Warga

Juli 12, 20265 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Komisi II DPR Usul Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah

Juli 6, 2026301 Views

DPR: Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Harus Lewat UU, Tak Bisa Diputuskan DPRD

Juli 7, 2026255 Views

Prof Sufmi Dasco Ahmad, Politikus Senyap yang Menjembatani Stabilitas Politik Nasional

Juli 3, 202653 Views
Pilihan Editor

Kemenkes Didesak Percepat Pengadaan Reagen Deteksi HIV pada Bayi

Juli 13, 2026

Jefry Romdhony: Literasi Digital Penting agar Masyarakat Terhindar dari Kejahatan Siber

Juli 13, 2026

Prabowo Dorong Sinergi Koperasi dan Seluruh Kekuatan Ekonomi Nasional

Juli 12, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?