MataParlemen.id-Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, menyerap aspirasi para Asisten Lapangan (Aslap) dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kabupaten Sumedang dalam pertemuan yang digelar di Cafe Bintang Bali, Sumedang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Aslap dari 24 dapur MBG se-Kabupaten Sumedang dan menjadi ruang bagi mereka untuk menyampaikan berbagai usulan perbaikan terkait tugas, tanggung jawab, serta perlindungan peran Aslap dalam operasional dapur MBG di lapangan.

Para Aslap menyampaikan bahwa peran mereka mencakup hampir seluruh aspek operasional dapur, mulai dari koordinasi internal, pengawasan pelaksanaan program, hingga menjalin hubungan dengan berbagai pihak eksternal.

Namun, besarnya tanggung jawab tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian dan pengakuan yang memadai dari para pengelola dapur.

Menanggapi hal tersebut, Ateng menegaskan bahwa peran Aslap merupakan posisi strategis yang tidak bisa dipandang sebagai fungsi tambahan semata.

“Aslap ini adalah tulang punggung operasional di lapangan. Mereka bekerja lebih panjang, memikul tanggung jawab besar, dan menjadi penghubung utama antara dapur, yayasan, satuan pendidikan, hingga stakeholder lainnya. Sudah seharusnya peran ini dipahami dan dihormati secara proporsional,” tegasnya.

Selain soal tupoksi dan beban kerja, para Aslap juga meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan arahan yang lebih tegas kepada para pengelola dapur MBG agar memberikan perhatian serius terhadap keberadaan dan peran Aslap sebagai ujung tombak kelancaran program di daerah.

Dalam forum tersebut, Ateng menyatakan dukungannya terhadap aspirasi tersebut dan menilai perlunya standardisasi yang lebih jelas.

“Program strategis nasional seperti MBG tidak boleh hanya fokus pada target administrasi. Keadilan peran, kejelasan tanggung jawab, dan perlindungan kerja bagi pelaksana di lapangan harus menjadi bagian dari desain kebijakan,” ujarnya.

Selain itu, para Aslap juga menyampaikan harapan agar Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rencana pengangkatan SPPI, ahli gizi, dan tenaga akunting menjadi PPPK turut mempertimbangkan peran Aslap.

“Kalau kita bicara keberhasilan MBG secara utuh, maka Aslap juga bagian dari ekosistem kunci. Aspirasi agar mereka mendapatkan kesempatan yang setara harus dikaji secara objektif dan adil,” kata Ateng.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan gambaran peran Aslap yang bersifat manajerial dan strategis, mencakup koordinasi lintas fungsi, pengawasan kualitas produksi dan distribusi, pengelolaan hubungan eksternal, hingga menjaga kondusivitas kerja dan standar sanitasi dapur.

Ateng menegaskan bahwa seluruh masukan dari para Aslap akan menjadi bahan perjuangan di tingkat kebijakan.

“Aspirasi ini akan saya catat dan kawal. Program MBG harus berhasil bukan hanya di atas kertas, tetapi juga adil dan manusiawi bagi para pelaksana di lapangan. Negara harus hadir secara nyata,” pungkasnya. (ira)

Share.
Exit mobile version