Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 2026

UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Pelanggaran Berat HAM dan Ancaman Nyata Genosida

April 5, 2026

DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM

April 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Komisi VI DPR Harap 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun di Wilayah Timur Indonesia
DPR

Komisi VI DPR Harap 11 Perusahaan Gula Rafinasi Bangun Kebun di Wilayah Timur Indonesia

RedaksiBy RedaksiOktober 2, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen,id– Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar mengharapkan kepada 11 perusahaan gula rafinasi agar segera membangun perkebunan tebu di wilayah Indonesia Timur.

“Kita sangat berharap 11 perusahaan gula rafinasi, kedepan mereka tidak berbasiskan impor. Kita berharap berbasiskan perkebunan yang mereka bangun karena itu perintah UU,” kata Nasril Bahar di Jakarta, Kamis (2/10).

Disamping itu, kata Nasril, 11 perusahaan gula rafinasi itu sudah menikmati hasil dari gula rafinasi tersebut, bahkan sudah belasan tahun, ada yang mulai tahun 2004, 2008.

“Artinya sudah belasan tahun mereka menikmati keuntungan. Jadi kalau darimana modalnya untuk membangun kebun tebu, saya rasa dari akumulasi keuntungan yang mereka dapatkan selama ini. Itu sudah lebih cukup untuk membangun atau membuat kebun tebu, kata Nasril.

Selain modal, mereka mengeluhkan lahan. Nasril mengatakan, lahan perkebunan untuk tebu sangat terbuka dan luas di wilayah Indonesia Timur.

“Persoalannya saja, mereka mau bangun kebun dimana, kata mereka. Kalau mencari kebun di wilayah Jawa dan Sumatera, gak akan ketemu lahan untuk perkebunan, tetapi coba cari di daerah Indonesia Timur, apakah di Sulawesi, NTB, Papua. Pengusaha-pengusaha baru sekarang dapat kok ketika pemerintah mengalokasikan. Mereka (11 perusahaan) minta dong kepada pemerintah di daerah-daerah yang masih mempunyai lahan, kawasan yang iklimnya masih bisa mendukung,” sebut politisi PAN itu.

Nasril melanjutkan, mereka bangun bangun kebun, yang hasilnya berbentuk row sugar, dan kemudian row sugar itu dibawa ke pabrik yang terletak di pinggir pantai di Pulau Jawa.

“Mereka bawa ke pabrik mereka yang ada di pulau Jawa yang kata mereka pabrik-pabrik mereka berada di pinggir pantai . Silahkan pabrik mereka di pinggir pantai tapi bahan bakunya dari indonesia sendiri, yakni yang berbasis kebun di Indonesia Timur,” kata anggota DPR RI dari dapil Sumut III tersebut.

Dengan begitu, hal ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam hal memeratakan pembangunan yang berada di wilayah Timur.

“Dalam mewujudkan Asta Cita kedua daripada visi misi Presiden Prabowo Subianto, itu terpenuhi dalam memenuhi swasembada pangan khususnya gula, itu yang kita inginkan,” sambung Nasril.

“Kalau berbasiskan impor, berarti devisa kita keluar. Kita maunya bisa mampu, mandiri bahan baku row sugar dari dalam negeri. Itu yang sesungguhnya kita inginkan kepada 11 perusahaan tersebut,” tambah Nasril.

Komisi VI DPR RI akan menggelar rapat gabungan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, dan 11 perusahaan gula rafinasi.

“Dari teman-teman Komisi VI DPR RI tetap akan melanjutkan pertemuan dengan Kementerian Perdagangan bersama 11 perusahaan gula rafinasi, dilanjutkan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian dalam bentuk rapat gabungan dalam hal mewujudkan Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto, yaitu mewujudkan swasembada Pangan, khususnya gula,” ujar Nasril Bahar.

Ia menyebutkan, belasan tahun perusahaan gula rafinasi tidak mau membangun perkebunan tebu sendiri sebagai bahan dasar gula rafinasi. Perusahaan gula rafinasi selalu impor dan dijual di Indonesia.

Bahkan, gula rafinasi yang peruntukannya untuk industri dijual bebas ke pasar-pasar sehingga mengganggu harga kristal putih.

“Sudah cukup lama kita menantikan dari mulai presiden-presiden sebelumnya, selalu terhalang persoalan lahan. Presiden Prabowo mempersilahkan ke daerah timur dan pemerintah akan membantu dalam penyediaan lahan tersebut,” kata politisi PAN itu.

Kemarin, Rabu (1/10/2025), Komisi VI DPR RI memanggil 11 perusahaan gula rafinasi yang tak lain agar meminta mereka membangun/membuat perkebunan tebu.

Adapun 11 perusahaan gula rafinasi yang dipanggil adalay PT Sugar Labinta, PT Andalan Manis Sejahtera, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Angels Products, PT Duta Sugar Internasional, PT Jawamanis Rafinasi, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, dan PT Medan Sugar Industry. (*)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 2026

UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Pelanggaran Berat HAM dan Ancaman Nyata Genosida

April 5, 2026

DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM

April 5, 2026
Berita Terkini

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 20264 Views

UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Pelanggaran Berat HAM dan Ancaman Nyata Genosida

April 5, 20261 Views

DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM

April 5, 20264 Views

Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis dan Dorong Olahraga Keluarga

April 4, 20266 Views

Kuasa Hukum: Penggeledahan KPK di Rumah Ono Surono Tak Sesuai Prosedur

April 3, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Kawendra Dorong Kolaborasi DPR dan Wartawan, Tekankan Peran Media untuk Edukasi Publik

Maret 31, 2026219 Views

Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis dan Dorong Olahraga Keluarga

April 4, 20266 Views

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 20264 Views
Pilihan Editor

Rachmat Gobel Pastikan Investasi Jepang di Indonesia Tidak Main-Main

April 5, 2026

UU Hukuman Mati Tahanan Palestina, Pelanggaran Berat HAM dan Ancaman Nyata Genosida

April 5, 2026

DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM

April 5, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?