MataParlemen.id-Indonesia bergabung menjadi anggota Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Peluncuran ini dilakukan dengan upacara penandatanganan untuk sebuah badan dengan biaya keanggotaan $1 miliar dan daftar undangan yang kontroversial.

Sekelompok pemimpin dan pejabat senior dari 19 negara — termasuk sekutu Trump dari Argentina dan Hongaria — berkumpul di atas panggung bersama Trump untuk menandatangani piagam pendirian badan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Hal ini menjadikan Indonesia resmi menjadi anggota dewan bentukan Presiden AS, Donald Trump tersebut.

“Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Namun dia perlu memastikan lagi aspek formal terkait keanggotaan Indonesa ke dewan yang bertujuan mempercepat proses perdamaian di Gaza, Palestina ini.

“Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung,” kata Prasetyo.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) lewat media sosial X mengumumkan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Trump.

Kemenlu mengatakan, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya menyambut baik undangan Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian tersebut.

Dewan Perdamaian ini diluncurkan secara resmi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah seremoni di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Trump menyatakan badan tersebut berpotensi memainkan peran global yang lebih luas.

Trump mengatakan Dewan Perdamaian akan bekerja bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski sejumlah pihak menilai inisiatif itu berisiko menyaingi peran PBB sebagai forum utama diplomasi dan resolusi konflik internasional.

“Begitu dewan ini sepenuhnya terbentuk, kami bisa melakukan hampir apa pun yang ingin kami lakukan, dan kami akan melakukannya bersama dengan PBB,” kata Trump.

Trump, yang akan memimpin langsung dewan tersebut, mengundang puluhan pemimpin dunia untuk bergabung.

Dia juga mendorong agar Dewan Perdamaian tidak hanya menangani isu Gaza, tetapi juga tantangan global lain di masa depan.

Namun, ajakan itu disambut dingin oleh sejumlah kekuatan besar dunia dan sekutu tradisional AS, yang memilih bersikap hati-hati atau menolak bergabung.

Trump menyebut setiap anggota permanen Dewan Perdamaian harus ikut mendanai lembaga tersebut dengan kontribusi sebesar 1 miliar dollar AS atau hampir Rp 17 triliun.

Reuters melaporkan perwakilan negara-negara yang diperkenalkan sebagai anggota pendiri hadir di ruangan saat Trump menyampaikan pidato tetapi tidak terlihat perwakilan dari kekuatan global utama, termasuk Israel maupun Otoritas Palestina. (ira)

Share.
Exit mobile version