MataParlemen.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, keterbatasan lapangan pekerjaan berkualitas hingga tekanan terhadap daya beli.
Menurut AHY, persoalan tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak dalam menjalankan pembangunan nasional. Pemerintah dan elite politik, kata dia, harus benar-benar mendengarkan suara masyarakat.
“Kita harus sungguh-sungguh mendengarkan persoalan rakyat, di kampung, tempat kerja maupun di medsos,” ujar AHY dalam pidato perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (7/9/2026).
AHY mengatakan masih banyak keluarga yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada sisi lain, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus berjuang memperluas pasar dan mengembangkan usaha.
Karena itu, dia mengingatkan agar persoalan masyarakat tidak diabaikan hanya karena indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan. “Kita tidak boleh mengabaikan itu, jangan menjauh dari kenyataan. Di balik setiap angka ekonomi ada kehidupan manusia,” tegasnya.
AHY juga menekankan pentingnya melihat pembangunan dari manfaat yang dirasakan langsung masyarakat. Dia mencontohkan kunjungannya ke Desa Tanjung pada April lalu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik.
Infrastruktur harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Rumah lebih dari sekadar bangunan. Infrastruktur bukan tujuan akhir, ia adalah jalan untuk kehidupan manusia,” katanya.
AHY menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya pertumbuhan ekonomi. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan tersebut.
“Ukurannya harus jelas, bukan seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi rakyat ikut tumbuh bersama,” ujarnya.
Dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, AHY mengatakan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kondisi eksternal.
Indonesia perlu memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan, energi, dan air.
Konektivitas antarwilayah juga harus terus diperkuat agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
AHY juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam (SDA). Menurutnya, kekayaan alam Indonesia harus diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Namun, pembangunan ekonomi tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan. “Keberhasilan pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan,” katanya
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang didukung Presiden Prabowo Subianto. Dia menekankan pentingnya mengawal berbagai program pemerintah agar tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Program Prabowo harus kita kawal agar nyata dirasakan rakyat,” ujarnya.
AHY menegaskan, politik dan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, semangat untuk memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi harus diwujudkan melalui kebijakan serta kerja nyata yang menjawab persoalan rakyat.(erc)


