Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 2026

Indonesia Juara FIFA ASEAN CUP 2026 Kalahkan Thailand Skor 4-2

Oktober 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » DPR Desak BNPB Audit Distribusi Bantuan Gempa NTT Belum Merata
DPR

DPR Desak BNPB Audit Distribusi Bantuan Gempa NTT Belum Merata

RedaksiBy RedaksiAgustus 21, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi bantuan korban gempa M 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Audit ini dinilai mendesak lantaran masih adanya warga terdampak yang belum tersentuh bantuan.

Mahdalena pun menegaskan, bahwa persoalan bencana tak sekadar memastikan ketersediaan logistik di gudang atau posko utama, melainkan menjamin bantuan tersebut sampai ke tangan korban yang membutuhkan.

“Gempa yang melanda NTT menyebabkan banyak warga kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan anggota keluarga. Mereka kini harus bertahan di tengah kondisi darurat dan sangat membutuhkan bantuan,” kata Mahdalena dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

“Ternyata masih ada pengungsi yang belum mendapatkan bantuan secara memadai. BNPB harus segera melakukan audit mata rantai distribusi untuk mempercepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran,” lanjut legislator asal NTB tersebut.

Menurut Mahdalena, pemetaan arus distribusi penting untuk mengetahui secara presisi wilayah mana saja yang terlayani dan belum terjangkau. Langkah ini sekaligus mencegah adanya penumpukan logistik di satu titik, sementara daerah lain justru kelaparan.

“Audit ini bukan sekadar persoalan administrasi. Pemerintah harus bisa mengetahui bantuan bergerak dari mana, disalurkan melalui siapa, sampai di mana, dan akhirnya diterima oleh siapa. Tidak boleh ada wilayah yang terlewat, sementara di tempat lain bantuan justru menumpuk,” tegasnya.

Kondisi memprihatinkan memang dialami sebagian warga di lapangan, contohnya terjadi di Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, warga yang mengungsi secara mandiri di tenda-tenda mengaku belum menerima paket makanan maupun obat-obatan.

Ironisnya, truk-truk pengangkut logistik setiap hari terus melintas di depan pemukiman mereka. Di sisi lain, pengungsi di posko terpusat pun mengeluhkan jumlah pasokan yang diterima masih jauh dari kata cukup.

Meski memahami kendala geografis dan akses medan yang berat di NTT. Namun, hal itu menurutnya tidak boleh menjadi alasan pemerintah untuk abai menjangkau wilayah terisolir.

“Penyaluran bantuan harus terus diupayakan, termasuk ke daerah yang sulit dijangkau. Pemerintah harus memastikan tidak ada pengungsi yang tertinggal hanya karena lokasi mereka jauh dari posko utama,” ujar Mahdalena.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PKB itu juga mewanti-wanti agar pendataan audit memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil dan menyusui.

“Kebutuhan kelompok khusus ini berbeda, bantuan tidak bisa disamaratakan. Pendataan dan audit harus memastikan kebutuhan kelompok rentan ini masuk dalam prioritas distribusi,” pungkasnya. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 2026

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026
Berita Terkini

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 20260 Views

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 20260 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views

Menaker : RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jamin Keadilan

Oktober 6, 20260 Views

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 2026

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?