MataParlemen.id-Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) merupakan instrumen strategis untuk menyediakan data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perumusan kebijakan nasional.

Hal tersebut disampaikan Hetifah saat memimpin kunjungan kerja bidang Statistik Komisi X DPR RI di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2026).

Hetifah menyoroti sejumlah tantangan utama dalam pelaksanaan SE2026, antara lain akurasi data, pendataan sektor ekonomi baru, serta pencatatan aktivitas ekonomi yang tidak tampak, termasuk sektor informal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hetifah menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM dan petugas sensus, mulai dari proses rekrutmen, pelatihan, hingga pendampingan lapangan, serta penguasaan teknologi.

Ia juga menilai strategi komunikasi yang tepat kepada pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan sensus.

“Petugas harus dibekali kemampuan teknis dan komunikasi yang baik agar dunia usaha merasa aman dan memahami manfaat sensus ini,” tegas Hetifah dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2026).

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa SE2026 sangat penting karena akan menjadi dasar kebijakan ekonomi ke depan.

“Melalui sensus ini, kita akan mendapatkan potret struktur ekonomi Indonesia secara utuh sebagai pijakan perumusan kebijakan,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Hetifah menegaskan bahwa SE2026 tidak boleh dijalankan sekadar formalitas, melainkan harus dipersiapkan dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

“Pelaksanaannya harus tepat waktu, berkualitas, dan berintegritas agar benar-benar bermanfaat bagi pembangunan ekonomi nasional,” pungkas Hetifah. (ira)

Share.
Exit mobile version