Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 2026

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 2026

Dasco Pastikan DPR Kawal Penuntasan Kejelasan Status 172 Ribu Guru non-ASN Jadi Guru PPPK

Agustus 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Di Tengah Tekanan Politik dan Krisis Demokrasi, MKRI Hadir Mewakili Indonesia dalam J20 Summit Di Johannesburg, Afrika Selatan
Nasional

Di Tengah Tekanan Politik dan Krisis Demokrasi, MKRI Hadir Mewakili Indonesia dalam J20 Summit Di Johannesburg, Afrika Selatan

RedaksiBy RedaksiSeptember 5, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Delegasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) yang dipimpin oleh Hakim Konstitusi Arsul Sani hadir memenuhi undangan untuk menghadiri J20 Summit yang merupakan rangkaian kegiatan Group of Twenty (G20) Summit 2025. J20 Summit yang diselenggarakan pada 2 – 5 September 2025 tersebut mengangkat tema utama “Justice in a Time of Change: Independence, Innovation and Co-operation”.

Untuk diketahui, J20 Summit yang berlangsung di Sandton,  Johannesburg, Afrika Selatan merupakan sebuah forum global yang mempertemukan para ketua mahkamah konstitusi dan mahkamah agung dari negara-negara G20.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap independensi peradilan di seluruh dunia, pertemuan ini hadir pada saat yang sangat krusial bagi demokrasi dan supremasi hukum. J20 Summit menjadi wadah penting bagi para pemimpin peradilan untuk bersama-sama mencari solusi atas tantangan global yang dihadapi lembaga kehakiman mulai dari intervensi politik, krisis konstitusi, hingga isu perubahan iklim dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem hukum.

Pembukaan J20 Summit dimulai dengan sesi pleno berjudul “Advancing Judicial Independence and Accountability: Preserving the Rule of Law and Reinforcing Judicial Security in an Evolving Global Landscape”. Sesi ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk melindungi lembaga peradilan dari tekanan politik serta memastikan akuntabilitas lembaga di masa krisis demokrasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan terhadap institusi peradilan telah meningkat secara drastis, termasuk di negara-negara G20 seperti Amerika Serikat, Turki, dan Meksiko. Dalam konteks inilah, J20 Summit hadir sebagai upaya membangun solidaritas dan pembelajaran bersama antarnegara.

Selanjutnya, pembahasan di antara para ketua dan hakim dari negara-negara G20 dan perwakilan asosiasi peradilan dunia dibagi ke dalam empat sesi.

Pertama, “Advancing Judicial Independence and Accountability: Preserving the Rule of Law and Reinforcing Judicial Security in an Evolving Global Landscape”.

Kedua, “Balancing Artificial Intelligence Innovation with Fundamental Freedoms in Judicial Systems”.

Ketiga, “Climate Change Justice through Judicial Collaboration”.

Dan keempat, “Combating Cybercrime: Strengthening
Crossborder Judicial Cooperation”.

Dalam diskusi panel yang dipimpin delegasi dari Brasil, Arab Saudi, dan UNESCO mengangkat topik “Balancing Artificial Intelligence Innovations with Fundamental Freedoms in Judicial Systems”. Topik ini sangat relevan bagi hakim-hakim di Afrika Selatan yang baru-baru ini menghadapi kasus-kasus penggunaan AI generatif dalam dokumen hukum.

Sementara, delegasi dari Mozambik, Australia, Prancis, dan Indonesia memimpin panel berjudul “Climate Change Justice through Judicial Collaboration”.

Diskusi ini digelar beberapa minggu setelah Mahkamah Internasional mengeluarkan opini penting yang menegaskan tanggung jawab negara atas kelambanan menghadapi perubahan iklim sebuah isu di mana pengadilan Afrika Selatan juga telah mencatatkan preseden penting ini.

Hakim Konstitusi Arsul Sani yang mewakili Indonesia didaulat menjadi salah satu pembicara dalam Sesi Ketiga menyampaikan paparan bertajuk “Climate Change Justice through Judicial Collaboration: An Indonesian Perspective”.

Dalam pernyataan pembukanya, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang juga mengalami dampak dari perubahan iklim. Selain meningkatnya suhu udara, naiknya air laut juga merupakan masalah yang menjadi akibat dari perubahan iklim yang tidak dapat dihindari.

Lebih lanjut, Arsul menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan permasalahan global dan lintas negara. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak, termasuk lembaga-lembaga peradilan, agar bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mengatasinya.

Menurutnya, keadilan iklim (climate justice) tidak akan tercapai ketika beban tersebut didistribusikan secara tidak adil, terlebih lagi akan berdampak kepada pihak-pihak rentan di suatu negara. “Kolaborasi yudisial menjadi suatu keniscayaan. J20 Summit di Johannesburg kali ini dapat menjadi tonggak bersejarah dalam mendorong kerja sama peradilan global untuk memajukan keadilan iklim demi kepentingan generasi masa kini dan mendatang,” ujar Arsul.

Dengan terlibatnya MKRI dalam J20 Summit ini diharapkan akan membawa efek positif bagi Indonesia khususnya lembaga peradilan untuk turut mengatasi berbagai persoalan hukum dan konstitusi yang serupa melalui dialog global yang dapat diadopsi di negara masing-masing.(*)
.

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 2026

Presiden Prabowo Akan Buka Muktamar Ke-35 NU Disambut 2000 Santri

Agustus 27, 2026

Prabowo Dorong RUU Perampasan Aset, Qodari : ‘Bola Liar’ Ada di DPR

Agustus 26, 2026
Berita Terkini

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 20262 Views

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 20265 Views

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK 2026-2031

Agustus 27, 20260 Views

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 20266 Views

Botok dan Perwakilan Pendemo Hadir di Rapat Paripurna DPR, Puan: Gedung DPR Terbuka Terima Aspirasi

Agustus 27, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026116 Views

Ariawan Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif oleh Swarna Dwipa Institute

Agustus 22, 202665 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202618 Views
Pilihan Editor

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 2026

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 2026

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK 2026-2031

Agustus 27, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?