Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah 

September 15, 2026

Pemerintah siapkan skema khusus MBG untuk wilayah 3T

Juni 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » BMKG : Sebaran Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Terpantau Di Wilayah Jakarta Dan Sumatera
Peristiwa

BMKG : Sebaran Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Terpantau Di Wilayah Jakarta Dan Sumatera

RedaksiBy RedaksiSeptember 6, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau menyebar hingga sebagian wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Sumatera pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanis teridentifikasi hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki.

Analisis BMKG pada pukul 03.00 WIB menunjukkan abu vulkanis Gunung Anak Krakatau memiliki pola pergerakan berbeda pada beberapa lapisan ketinggian. Perbedaan arah tersebut membuat sebaran abu mencakup wilayah Jawa bagian barat, Sumatera bagian selatan hingga barat, serta sejumlah perairan di sekitarnya.

Informasi sebaran tersebut dianalisis berdasarkan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Pada lapisan dari permukaan hingga sekitar 20.000 kaki, abu vulkanis Gunung Anak Krakatau teridentifikasi bergerak ke arah timur laut hingga selatan.

Pola pergerakan tersebut membuat sebaran abu mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Abu juga terpantau menyebar ke sejumlah perairan di sekitar kawasan tersebut.

Dalam hasil analisis citra Himawari-9, keberadaan abu vulkanis ditunjukkan dengan warna merah dan dibatasi menggunakan poligon berwarna kuning.

Pola sebaran pada lapisan rendah tersebut terlihat membentang dari sekitar Gunung Anak Krakatau menuju wilayah di sisi timur hingga selatan.

Namun, sebaran abu vulkanis tidak bersifat tetap. Arah dan cakupannya dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer dan arah angin.

Selain menyebar ke wilayah Jawa bagian barat, abu vulkanis Gunung Anak Krakatau juga terpantau mencapai sejumlah wilayah di Sumatera.

Pada lapisan yang lebih tinggi, yakni hingga sekitar 50.000 kaki, abu vulkanis teridentifikasi bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Pola tersebut membuat sebaran abu mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, dan Bengkulu, serta bagian selatan Selat Sunda.

Sebaran abu bahkan terpantau hingga kawasan Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Dengan demikian, ketinggian abu vulkanis turut memengaruhi arah pergerakannya. Pada lapisan hingga 20.000 kaki, abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah Jawa bagian barat.

Sementara itu, abu pada lapisan hingga sekitar 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut sehingga sebarannya mencapai sebagian wilayah Sumatera dan perairan di sekitarnya.

BMKG menggunakan citra satelit Himawari-9 untuk membantu mengidentifikasi keberadaan dan pola sebaran abu vulkanis dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Analisis citra tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik abu vulkanis pada citra red, green, blue (RGB). Dalam hasil analisis BMKG, area yang teridentifikasi sebagai sebaran abu ditampilkan dengan warna merah dan dibatasi menggunakan poligon berwarna kuning.

Pemantauan melalui citra satelit menjadi salah satu cara untuk melihat perkembangan sebaran abu vulkanis, terutama ketika material erupsi bergerak mengikuti pola angin pada ketinggian yang berbeda.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 2026

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 2026

MUI : Wacana Penyediaan Alat bantu Seks Warga Binaan Di Lapas Haram

Oktober 4, 2026
Berita Terkini

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 20260 Views

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 20261 Views

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 20260 Views

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 20260 Views

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20265 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 20263 Views
Pilihan Editor

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 2026

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?