MataParlemen.id – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto membahas langkah pembenahan lembaga pemasyarakatan (lapas) bersama Ombudsman RI di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Kasus di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah persoalan serupa terjadi di lapas lain.

“Temuan di Lapas Cibinong ini akan kita tindaklanjuti agar nanti menjadi sistem atau metode untuk melakukan pembersihan di semua lapas di Indonesia. Ada 500-an rutan atau lapas di Indonesia,” kata Aries.

Pertemuan tersebut juga mengungkap persoalan kelebihan kapasitas atau overcrowding yang masih terjadi di sejumlah rumah tahanan (rutan) dan lapas.

“Ini menjadi masukan bagi saya, ternyata di seluruh rutan mengalami overcrowded. Nanti kita coba petakan, mana yang bisa dilakukan asimilasi dan edukasi di luar lapas sehingga lapas tidak overcrowded,” katanya.

Pemetaan tersebut diperlukan untuk melihat penanganan warga binaan secara lebih tepat, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembinaan atau edukasi di luar lapas sesuai ketentuan yang berlaku.

Aries menegaskan pemerintah perlu memastikan persoalan yang terjadi di Lapas Cibinong tidak kembali muncul di tempat lain.

“Kita berusaha agar peristiwa di Lapas Cibinong tidak terjadi lagi di lapas lain. Negara harus hadir menyelesaikan permasalahan lapas ini,” tegasnya.

Bappisus dikatakan Aries juga menunggu tindaklanjut hasil penyelidikan terhadap kasus ini meski lima pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah dinonaktifkan. Menurut dia, hasil penyelidikan akan menentukan bentuk sanksi yang diberikan, termasuk kemungkinan pencopotan jabatan apabila ditemukan pelanggaran.

“Setelah dinonaktifkan, selanjutnya menunggu hasil penyelidikan apakah hukumannya dicopot bahkan bisa lebih,” ujarnya.

Aries juga membuka kemungkinan proses hukum apabila penyelidikan menemukan adanya unsur tindak pidana. “Kalau ada ditemukan tindak pidananya, kita akan usul untuk dikejar pidananya,” katanya.(erc).

Share.
Exit mobile version