Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah 

September 15, 2026

Pemerintah siapkan skema khusus MBG untuk wilayah 3T

Juni 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » BMKG Targetkan Debu Vulkanik GAK Berkurang Dalam 2 Hari
Peristiwa

BMKG Targetkan Debu Vulkanik GAK Berkurang Dalam 2 Hari

RedaksiBy RedaksiSeptember 7, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menargetkan persoalan debu vulkanik atau vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat dikurangi dalam 1 hingga 2 hari mendatang melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan dua metode yang disesuaikan dengan kondisi awan di atmosfer. Upaya tersebut bertujuan mempercepat penurunan partikel debu vulkanik.

“Dengan adanya dua metode ini, harapannya dalam 1-2 hari ke depan, ini debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa kita selesaikan. Namun, dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru yang menyemprotkan material vulkanik,” ucap Tri Handoko seusai konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9/2026). 

Metode pertama dilakukan ketika kondisi atmosfer belum terdapat awan. Dalam kondisi tersebut, pesawat akan menyemprotkan bahan tertentu ke atmosfer untuk membantu mempercepat penurunan partikel debu vulkanik.

Bahan yang digunakan adalah campuran air dan surfaktan. Surfaktan, disebut Tri Handoko, berfungsi mengikat partikel debu sehingga material vulkanik atau vulkanis lebih cepat turun ke permukaan.

Sementara itu, apabila awan mulai terbentuk, metode modifikasi cuaca akan menggunakan bahan semai awan. Bahan tersebut digunakan untuk mengaktifkan pertumbuhan awan sehingga dapat memicu terjadinya hujan. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 2026

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 2026

MUI : Wacana Penyediaan Alat bantu Seks Warga Binaan Di Lapas Haram

Oktober 4, 2026
Berita Terkini

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 20260 Views

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 20261 Views

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 20260 Views

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 20260 Views

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20265 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 20263 Views
Pilihan Editor

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 2026

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?