Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah 

September 15, 2026

Pemerintah siapkan skema khusus MBG untuk wilayah 3T

Juni 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Perubahan Peringkat Kesejahteraan DTSEN Tidak Otomatis Kehilangan Bansos
Nasional

Perubahan Peringkat Kesejahteraan DTSEN Tidak Otomatis Kehilangan Bansos

RedaksiBy RedaksiSeptember 6, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan perubahan peringkat kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis membuat penerima bantuan sosial (bansos) kehilangan bantuan. Pihaknya terus bergerak memutakhirkan data.

Gus Ipul menjelaskan DTSEN dibentuk dari konsolidasi berbagai sumber data pemerintah. Data tersebut kemudian distandardisasi dan diperingkatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, BPS berperan sebagai pengelola data tunggal. Sementara itu, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah ikut melakukan pemutakhiran data.

“Ini adalah pemeringkatan relatif karena setiap hari data ini dinamis sekali. Setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Perubahan peringkat dapat terjadi karena kondisi sosial ekonomi masyarakat berubah atau terdapat pembaruan pada data pendukung. Saat ini, pemerintah juga masih melakukan perbaikan terhadap sejumlah data yang mengalami perubahan.

“Kalau sekarang itu ada lonjakan-lonjakan, ini sedang diperbaiki, sedang dimutakhirkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama desil-desilnya atau pemeringkatannya sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam proses pemutakhiran data melalui sejumlah saluran. Salah satunya melalui SIKS-NG yang digunakan operator desa/kelurahan dan dinas sosial.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan Cek Bansos, ground check, call center, WhatsApp Lapor Bansos, Cek DTSEN, hingga platform Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Informasi maupun usulan dari masyarakat nantinya menjadi bahan pemutakhiran di Kementerian Sosial. 

Data tersebut kemudian diproses dan BPS melakukan pembaruan peringkat dalam DTSEN.

Ground check juga dilakukan petugas di lapangan, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), petugas BPS, serta pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk mencocokkan kondisi masyarakat dengan data yang tercatat.

Gus Ipul menegaskan perubahan desil tidak langsung berujung pada pencoretan penerima bansos. Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan sanggahan dan mengikuti proses pemutakhiran.

“Jika sekarang ditemukan desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya dicoret karena masih ada masa sanggah, masa pemutakhiran untuk kemudian akan disalurkan pada tiga bulan berikutnya,” ungkapnya.

Penetapan penerima bansos dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Proses tersebut menggunakan hasil pemutakhiran data yang selanjutnya diukur kembali oleh BPS.

“Tidak serta-merta jika sekarang ditemukan desil 10 kemudian bansosnya dicoret, bansosnya tidak disalurkan. Itu menurut saya informasi yang salah,” tegasnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

BNPB Catat 3 Kejadian Karhutla Hingga Banjir Nias Selatan Awal Oktober

Oktober 3, 2026

Basarnas Hentikan Penyelaman Cari Korban KM Virgo Transport 8 

Oktober 3, 2026

Pratikno : Wantimpres Diisi Tokoh-Tokoh Nasional Berpengalaman

Oktober 3, 2026
Berita Terkini

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 20260 Views

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 20261 Views

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 20260 Views

Gubernur DKI Pramono Anung Optimis Timnas Indonesia Juara

Oktober 4, 20260 Views

Tiket Final FIFA ASEAN CUP Indonesia Vs Thailand Terjual 67 Ribu

Oktober 4, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20265 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Ariawan Titip Pesan ke KWP: Jaga Persatuan, Rawat Soliditas

Oktober 2, 20263 Views
Pilihan Editor

Pemberdayaan UMKM Butuh Perluasan Jejaring dan Pasar

Oktober 4, 2026

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal Demi Pencapaian Target

Oktober 4, 2026

Fraksi PKS Dukung Rencana Pemerintah Menanggung PPh 21 Pekerja Bergaji Dibawah 10 Juta/Bulan

Oktober 4, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?