Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Kepala Balai Besar TNBTS Memastikan Kawasan Gunung Bromo Kembali Dibuka per 20 Agustus

Agustus 20, 2026

Terima Senator Rusia, Sultan Najamudin Soroti Kerja Sama Pendidikan dan Teknologi

Agustus 20, 2026

Yasonna Dorong Masyarakat Kawal Putusan KPPU soal Sanksi Denda Rp 755 Miliar kepada 97 Pinjol

Agustus 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Tegaskan Pendidikan Investasi Jangka Panjang
MPR

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Tegaskan Pendidikan Investasi Jangka Panjang

RedaksiBy RedaksiAgustus 20, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Edhie Baskoro Yudhoyono (iBas/EBY), Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI, menegaskan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menentukan masa depan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk “Sekolah Berkualitas, SDM Berkualitas: Investasi Pendidikan untuk Indonesia Emas dalam RAPBN 2027” yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Jakarta.

Menurut Lulusan Curtin University Finance and E-Commerce Australia ini, pembahasan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 tidak boleh semata-mata dilihat dari besaran anggaran yang dialokasikan, tetapi harus diukur dari dampak nyata yang dihasilkan bagi peserta didik, guru, sekolah, dan pemerataan kesempatan pendidikan.

“Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah. Pendidikan adalah investasi peradaban. Kalau kita ingin mengubah masa depan Indonesia, kita harus mulai dari ruang kelas,” tegasnya.

Dr. EBY mengatakan, setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN harus memiliki manfaat yang jelas bagi rakyat. Dalam sektor pendidikan, ukuran keberhasilan anggaran tidak cukup hanya dilihat dari berapa banyak anggaran yang dibelanjakan, tetapi dari seberapa besar anggaran tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengubah masa depan anak-anak Indonesia.

“Pertanyaannya sederhana: apakah anak belajar lebih baik, apakah guru lebih kuat, apakah sekolah lebih aman, dan apakah anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama? Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya berapa banyak yang dibelanjakan, tetapi berapa banyak masa depan anak yang berhasil kita ubah,” ujarnya

Wakil Ketua MPR mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam menjadikan anggaran pendidikan sebagai prioritas, termasuk percepatan revitalisasi sekolah dan peningkatan dukungan terhadap guru.

Namun, ia mengingatkan agar revitalisasi sekolah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Menurutnya, sekolah berkualitas membutuhkan lebih dari sekadar gedung yang layak. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya guru yang berkualitas, kepala sekolah yang kuat, kurikulum yang relevan, kemampuan literasi dan numerasi yang baik, pemanfaatan teknologi yang tepat, serta lingkungan belajar yang aman.

“Jangan hanya membangun ruang kelas. Kita harus membangun ruang untuk bermimpi. Sekolah yang aman, bersih, dan berkualitas bukan kemewahan. Itu adalah hak setiap anak Indonesia,” katanya.

Ia juga mendorong agar revitalisasi sekolah dilakukan berbasis data sehingga intervensi pemerintah benar-benar diarahkan kepada daerah dan satuan pendidikan yang paling membutuhkan.

Dalam forum yang menghadirkan guru besar, akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, masyarakat sipil, serta perwakilan generasi muda tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi guru.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan berbagai kebijakan terkait status dan kesejahteraan guru berjalan selaras dengan kemampuan fiskal negara serta didukung sinkronisasi data yang baik.

“Guru harus menjadi investasi utama. Kesejahteraan harus berjalan bersama peningkatan kompetensi. Kita ingin guru bukan hanya hadir di kelas, tetapi mampu menjadi penggerak utama peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Perubahan teknologi, khususnya perkembangan artificial intelligence (AI), juga menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi tersebut.

Wakil Ketua MPR menilai pendidikan Indonesia tidak boleh hanya mengajarkan generasi muda bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana berpikir kritis dan bertanggung jawab ketika berhadapan dengan teknologi.

“AI bisa memberikan jawaban. Tetapi guru mengajarkan pertanyaan apa yang layak ditanyakan,” katanya.

Karena itu, pendidikan ke depan harus memperkuat kemampuan berpikir, logika, etika, kreativitas, literasi digital, sains, numerasi, dan karakter.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pencipta teknologi, inovator, sekaligus pencipta lapangan pekerjaan.

“Kita tidak ingin generasi Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi pencipta teknologi. Bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” tegasnya.

Dari Diskusi Kebangsaan tersebut, Wakil Ketua MPR mendorong lima arah utama yang perlu menjadi perhatian dalam pembahasan RAPBN 2027.

Pertama, kebijakan pendidikan harus berorientasi pada proses dan hasil belajar, sehingga keberhasilan anggaran dapat diukur melalui peningkatan kualitas pembelajaran.

Kedua, revitalisasi sekolah harus berbasis data, agar pembangunan dan perbaikan sekolah benar-benar menjawab kesenjangan antardaerah.

Ketiga, guru harus menjadi investasi utama, melalui peningkatan kesejahteraan yang disertai penguatan kompetensi dan profesionalisme.

Keempat, pendidikan harus mampu menyiapkan generasi menghadapi masa depan melalui penguatan literasi, numerasi, sains, kemampuan digital, artificial intelligence, karakter, dan keterampilan kerja.

Kelima, pemerintah harus memastikan kesempatan pendidikan yang semakin setara, sehingga tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena tempat lahir atau kondisi sosial ekonominya.

“Tempat lahir boleh berbeda. Kesempatan untuk memiliki masa depan tidak boleh berbeda,” ujarnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

MPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke Guru PAUD

Agustus 16, 2026

Pidato Kebangsaan Sidang Tahunan MPR, Ahmad Muzani Tekankan Budaya Politik Beradab

Agustus 14, 2026

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tegaskan Pentingnya Rawat Persatuan Dan Persaudaraan

Agustus 14, 2026
Berita Terkini

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Tegaskan Pendidikan Investasi Jangka Panjang

Agustus 20, 20260 Views

Yenny Wahid : Muktamar NU Bukan Ajang Berebut Kekuasaan

Agustus 20, 20261 Views

Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman

Agustus 20, 20260 Views

Danang Minta BMKG Optimalkan Modifikasi Cuaca Minimilasir Karhutla

Agustus 20, 20260 Views

Daud Jordan Siap Kembali Naik Ring, Ingin Buktikan Diri Belum Habis

Agustus 20, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Data BNPB Gempa NTT Sampai Sabtu (15/8), Jumlah Korban Meninggal 47 Orang, Rumah Rusak 157 Rumah

Agustus 15, 20268 Views

Evita Nursanty : DPR Dan Pemprov Dorong Tata Kelola Berkelanjutan Di Kawasan 3 Gili

Agustus 14, 20267 Views

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tegaskan Pentingnya Rawat Persatuan Dan Persaudaraan

Agustus 14, 20267 Views
Pilihan Editor

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Tegaskan Pendidikan Investasi Jangka Panjang

Agustus 20, 2026

Yenny Wahid : Muktamar NU Bukan Ajang Berebut Kekuasaan

Agustus 20, 2026

Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman

Agustus 20, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?