Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 2026

Indonesia Juara FIFA ASEAN CUP 2026 Kalahkan Thailand Skor 4-2

Oktober 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Danang Minta BMKG Optimalkan Modifikasi Cuaca Minimilasir Karhutla
DPR

Danang Minta BMKG Optimalkan Modifikasi Cuaca Minimilasir Karhutla

RedaksiBy RedaksiAgustus 20, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id – Kapoksi Gerindra Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Danang menilai periode kering yang berlangsung dalam waktu panjang dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas sekaligus memperbesar potensi meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan serta lahan gambut dengan tingkat kerawanan tinggi.

“BMKG perlu memaksimalkan modifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi menghadapi kemarau ekstrem. Jangan sampai kita menunggu karhutla meluas baru kemudian melakukan penanganan,” kata Danang, Kamis (20/8/2026).

Menurut Danang, OMC dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah-wilayah prioritas yang memiliki risiko karhutla tinggi.

Namun demikian, pelaksanaan modifikasi cuaca harus tetap didasarkan pada kajian meteorologis serta pemetaan secara akurat terhadap daerah yang membutuhkan intervensi.

Selain mengoptimalkan OMC, Danang meminta BMKG memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta aparat yang bertugas di lapangan.

Ia menilai informasi mengenai potensi cuaca ekstrem, kekeringan, hingga daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi harus disampaikan secara cepat dan akurat agar dapat segera menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah mitigasi.

“Yang paling penting adalah sinergi. Data dan informasi BMKG harus terhubung dengan langkah konkret pemerintah daerah dan instansi terkait. Kalau sudah terdeteksi wilayah yang rawan, mitigasinya harus segera dilakukan,” ujarnya.

Danang juga mendorong penguatan sistem pemantauan titik panas atau hotspot sebagai bagian dari deteksi dini potensi karhutla. Kesiapsiagaan personel dan perangkat penanggulangan kebakaran, menurutnya, perlu diperkuat sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama karena penanganan karhutla setelah api meluas membutuhkan sumber daya, personel, dan biaya yang jauh lebih besar.

Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, Danang mengingatkan bahwa karhutla dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan transportasi.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya bisa merembet ke kesehatan, transportasi, ekonomi masyarakat, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin,” kata Danang.

Legislator Partai Gerindra tersebut berharap BMKG bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan langkah antisipasi selama periode kemarau ekstrem.

Menurut Danang, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan kecepatan respons merupakan faktor penting untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mencegah dampaknya meluas ke masyarakat.

“Jangan bekerja setelah terjadi bencana. Kita harus mengedepankan mitigasi, deteksi dini, dan respons cepat. Dengan begitu, risiko karhutla selama kemarau ekstrem dapat diminimalisir,” pungkasnya. (erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 2026

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026
Berita Terkini

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 20260 Views

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 20260 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views

Menaker : RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jamin Keadilan

Oktober 6, 20260 Views

Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Untuk Kawasan Industri

Oktober 6, 20262 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20264 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20264 Views

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 20263 Views
Pilihan Editor

Komisi II DPR RI Dorong Ombudsman Perkuat Pelayanan Publik

Oktober 6, 2026

DPR Sahkan RUU Ketenagakerjaan Menjadi Undang-Undang

Oktober 6, 2026

Dirgahayu TNI ke-81, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

Oktober 6, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?