Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pemerintah Tangani Pascagempa di NTT Langsung di Hari Kejadian: Kirim Logistik 27 Ton hingga 3.500 Personel TNI/Polri

Agustus 16, 2026

Dasco: DPR Koordinasikan Penanganan Gempa NTT, Prioritaskan Keselamatan Warga

Agustus 16, 2026

Data BNPB Gempa NTT Sampai Sabtu (15/8), Jumlah Korban Meninggal 47 Orang, Rumah Rusak 157 Rumah

Agustus 15, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Netty Optimis Kebijakan ASN Kerja Dekat Keluarga Mampu Meminimalisir Kesehatan Mental
DPR

Netty Optimis Kebijakan ASN Kerja Dekat Keluarga Mampu Meminimalisir Kesehatan Mental

RedaksiBy RedaksiJuli 25, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id– Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mendukung uji coba program Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memungkinkan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, agar bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan langkah positif dalam membangun birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pegawai.

“Kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga patut diapresiasi selama tetap menjaga profesionalitas dan kualitas pelayanan publik,” ujar Netty dalam keterangan yang diterima, Sabtu (25/7/2026).

Netty menilai, selama ini banyak ASN yang harus menjalani kehidupan terpisah dari keluarga akibat penempatan kerja. Kondisi tersebut tidak hanya menambah beban ekonomi karena biaya transportasi dan tempat tinggal, tetapi juga berdampak pada kualitas kehidupan keluarga.

“Ketika ASN dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga. Kondisi psikologis yang lebih baik diyakini akan berdampak positif terhadap semangat dan produktivitas kerja,” katanya.

Netty berharap kebijakan ini dapat membantu menekan berbagai persoalan kesehatan mental yang dipicu oleh long distance marriage (LDM) atau kehidupan keluarga yang terpisah akibat penugasan. Ia menilai, tekanan psikologis yang berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi emosional, kesehatan jiwa, hingga performa kerja ASN.

“Semoga kebijakan ini mampu meminimalisasi persoalan kesehatan mental akibat long distance marriage. ASN yang lebih tenang, bahagia, dan memiliki dukungan keluarga yang kuat akan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan, Netty menilai dampak positif tersebut akan sangat terasa terutama bagi tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (faskes)

“Jika mereka dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga, diharapkan tingkat stres dapat berkurang sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan merasakan manfaat dari pelayanan yang semakin prima,” jelasnya.

Namun demikian, Netty mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus diterapkan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kebutuhan organisasi dan pemerataan pelayanan publik.

“Jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan ketimpangan distribusi ASN di daerah tertentu. Prinsip meritokrasi, kebutuhan organisasi, dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Legislator Fraksi PKS itu juga mendorong BKN melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap pelaksanaan program, mulai dari dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, kualitas pelayanan publik, hingga efisiensi anggaran.

“Jika hasil uji coba menunjukkan manfaat yang nyata tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat, tentu kebijakan ini dapat menjadi praktik baik yang layak dipertimbangkan untuk diterapkan lebih luas,” pungkasnya.(erc)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

DPR Gerak Cepat, Dasco Sebut Tim Galapana DPR Berangkat Menuju Lokasi Gempa NTT

Agustus 16, 2026

Habib Syarief Minta Revitalisasi Sekolah di Daerah 3T Dipercepat

Agustus 16, 2026

Dasco: DPR Koordinasikan Penanganan Gempa NTT, Prioritaskan Keselamatan Warga

Agustus 16, 2026
Berita Terkini

Laksanakan Perintah Presiden Prabowo, Menko PMK Gelar Rapat Darurat di NTT

Agustus 16, 20262 Views

DPR Gerak Cepat, Dasco Sebut Tim Galapana DPR Berangkat Menuju Lokasi Gempa NTT

Agustus 16, 20261 Views

MPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke Guru PAUD

Agustus 16, 20260 Views

Pemerintah Tangani Pascagempa di NTT Langsung di Hari Kejadian: Kirim Logistik 27 Ton hingga 3.500 Personel TNI/Polri

Agustus 16, 20263 Views

Data Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 53 Meninggal Dan 135 Luka-luka

Agustus 16, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Mulyadi: Keterbatasan Anggaran Jangan Hentikan Perjuangan Pemekaran Bogor Timur

Agustus 10, 202634 Views

Data BNPB Gempa NTT Sampai Sabtu (15/8), Jumlah Korban Meninggal 47 Orang, Rumah Rusak 157 Rumah

Agustus 15, 20268 Views

KWP Minta Anggota DPR Deddy Sitorus Minta Maaf Atas Pernyataan Diduga Menghina Profesi Wartawan 1X24 Jam

Juli 30, 20268 Views
Pilihan Editor

Laksanakan Perintah Presiden Prabowo, Menko PMK Gelar Rapat Darurat di NTT

Agustus 16, 2026

DPR Gerak Cepat, Dasco Sebut Tim Galapana DPR Berangkat Menuju Lokasi Gempa NTT

Agustus 16, 2026

MPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke Guru PAUD

Agustus 16, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?