Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 2026

Supratman : Karya Jurnalistik Diakui Sebagai Hak Cipta Berpotensi Dapat Royalti

Oktober 10, 2026

Bappisus Tegaskan 2 Masalah Utama Di Lapas

Oktober 9, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Tanpa Insentif Kompetitif, Investasi Bisa Bergeser ke Negara Tetangga
DPR

Tanpa Insentif Kompetitif, Investasi Bisa Bergeser ke Negara Tetangga

RedaksiBy RedaksiJuni 30, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai kawasan industri di Indonesia memerlukan berbagai insentif khusus agar mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan ASEAN dalam menarik investasi.

Menurutnya, penguatan daya saing kawasan industri harus menjadi salah satu substansi penting dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri.

Menurut Bambang, Indonesia memiliki keunggulan strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang dilalui sekitar 70 persen kapal dunia.

Potensi tersebut, kata dia, seharusnya mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kawasan industri dunia apabila didukung kebijakan yang kompetitif.

“Kita menginginkan Indonesia menjadi pusat kawasan industri dunia. Karena itu, kawasan industri harus memiliki daya saing yang mampu menandingi negara-negara Asia Tenggara yang saat ini berlomba menarik investasi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca juga:

Saraswati Dalami Kepastian Hukum, Perizinan, dan Peran UMKM dalam RUU Kawasan Industri

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang perlu diperkuat adalah kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi pelaku industri.

Bambang menilai masa berlaku hak pengelolaan kawasan industri di Indonesia masih kalah kompetitif dibandingkan sejumlah negara tetangga yang telah memberikan kepastian usaha hingga puluhan bahkan hampir seratus tahun.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memberikan berbagai insentif bagi kawasan industri, mulai dari tarif energi yang lebih kompetitif, keringanan perpajakan, kemudahan pembiayaan, hingga penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia yang terintegrasi.

Menurutnya, insentif tersebut akan mendorong lebih banyak industri beroperasi di dalam kawasan industri sehingga tercipta efisiensi dan peningkatan daya saing nasional.

Bambang juga mendukung usulan agar kawasan industri ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Dengan status tersebut, kawasan industri dinilai akan memperoleh perlindungan dan kepastian yang lebih kuat sehingga aktivitas investasi dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kalau kawasan industri menjadi kawasan strategis nasional, maka seluruh ekosistem pendukungnya harus dijaga agar pelaku usaha merasa aman dan memiliki kepastian dalam menjalankan investasinya,” katanya.

Di sisi lain, Bambang kembali menyoroti pentingnya percepatan pelayanan perizinan. Menurutnya, sistem perizinan satu pintu harus benar-benar berjalan efektif sehingga proses perizinan tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan.

Ia berharap penyederhanaan perizinan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang cepat dan terintegrasi sehingga mampu meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia di tingkat regional maupun global.

“Dengan kepastian hukum, insentif yang kompetitif, dan perizinan yang cepat, kita berharap industri tidak berpindah ke negara lain, tetapi justru semakin berkembang di Indonesia,” pungkasnya. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Nurdin Halid Dorong Penguatan Konektivitas Antarpulau di Kepulauan Riau

Oktober 10, 2026

Komisi VI DPR Siap Kawal Pemenuhan Pupuk Subsidi Petani Kepri

Oktober 10, 2026

Supratman : Karya Jurnalistik Diakui Sebagai Hak Cipta Berpotensi Dapat Royalti

Oktober 10, 2026
Berita Terkini

Nurdin Halid Dorong Penguatan Konektivitas Antarpulau di Kepulauan Riau

Oktober 10, 20260 Views

Komisi VI DPR Siap Kawal Pemenuhan Pupuk Subsidi Petani Kepri

Oktober 10, 20260 Views

Supratman : Karya Jurnalistik Diakui Sebagai Hak Cipta Berpotensi Dapat Royalti

Oktober 10, 20261 Views

Bakom RI Serap Aspirasi Keluhan Kadin Soal MBG Dan Kepastian Ekonomi

Oktober 10, 20260 Views

Kunker Komisi XIII DPR, Rieke Minta Lapas di Bali Siaga Nataru

Oktober 10, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi IX DPR RI Dorong Permenkes Untuk Lindungi Pasien Dari MalPraktek

Oktober 7, 202611 Views

Feeling Istri Jarang Meleset Soal Pasangan Hidupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Juli 25, 20266 Views

Komitmen Presiden Prabowo Hadirkan Subsidi Biaya Haji 2027

Oktober 7, 20265 Views
Pilihan Editor

Nurdin Halid Dorong Penguatan Konektivitas Antarpulau di Kepulauan Riau

Oktober 10, 2026

Komisi VI DPR Siap Kawal Pemenuhan Pupuk Subsidi Petani Kepri

Oktober 10, 2026

Supratman : Karya Jurnalistik Diakui Sebagai Hak Cipta Berpotensi Dapat Royalti

Oktober 10, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?