Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Terjebak Masalah Tata Kelola Seperti BGN

Juni 30, 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook

Juni 30, 2026

Saraswati Dalami Kepastian Hukum, Perizinan, dan Peran UMKM dalam RUU Kawasan Industri

Juni 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home ยป Tanpa Insentif Kompetitif, Investasi Bisa Bergeser ke Negara Tetangga
DPR

Tanpa Insentif Kompetitif, Investasi Bisa Bergeser ke Negara Tetangga

RedaksiBy RedaksiJuni 30, 2026
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai kawasan industri di Indonesia memerlukan berbagai insentif khusus agar mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan ASEAN dalam menarik investasi.

Menurutnya, penguatan daya saing kawasan industri harus menjadi salah satu substansi penting dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri.

Menurut Bambang, Indonesia memiliki keunggulan strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang dilalui sekitar 70 persen kapal dunia.

Potensi tersebut, kata dia, seharusnya mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kawasan industri dunia apabila didukung kebijakan yang kompetitif.

“Kita menginginkan Indonesia menjadi pusat kawasan industri dunia. Karena itu, kawasan industri harus memiliki daya saing yang mampu menandingi negara-negara Asia Tenggara yang saat ini berlomba menarik investasi,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca juga:

Saraswati Dalami Kepastian Hukum, Perizinan, dan Peran UMKM dalam RUU Kawasan Industri

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang perlu diperkuat adalah kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi pelaku industri.

Bambang menilai masa berlaku hak pengelolaan kawasan industri di Indonesia masih kalah kompetitif dibandingkan sejumlah negara tetangga yang telah memberikan kepastian usaha hingga puluhan bahkan hampir seratus tahun.

Selain itu, ia mendorong pemerintah memberikan berbagai insentif bagi kawasan industri, mulai dari tarif energi yang lebih kompetitif, keringanan perpajakan, kemudahan pembiayaan, hingga penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia yang terintegrasi.

Menurutnya, insentif tersebut akan mendorong lebih banyak industri beroperasi di dalam kawasan industri sehingga tercipta efisiensi dan peningkatan daya saing nasional.

Bambang juga mendukung usulan agar kawasan industri ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Dengan status tersebut, kawasan industri dinilai akan memperoleh perlindungan dan kepastian yang lebih kuat sehingga aktivitas investasi dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kalau kawasan industri menjadi kawasan strategis nasional, maka seluruh ekosistem pendukungnya harus dijaga agar pelaku usaha merasa aman dan memiliki kepastian dalam menjalankan investasinya,” katanya.

Di sisi lain, Bambang kembali menyoroti pentingnya percepatan pelayanan perizinan. Menurutnya, sistem perizinan satu pintu harus benar-benar berjalan efektif sehingga proses perizinan tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan.

Ia berharap penyederhanaan perizinan dapat diwujudkan melalui pelayanan yang cepat dan terintegrasi sehingga mampu meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia di tingkat regional maupun global.

“Dengan kepastian hukum, insentif yang kompetitif, dan perizinan yang cepat, kita berharap industri tidak berpindah ke negara lain, tetapi justru semakin berkembang di Indonesia,” pungkasnya. (awn)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Terjebak Masalah Tata Kelola Seperti BGN

Juni 30, 2026

15 RUU Kabupaten/Kota di 3 Provinsi Kalimantan Disetujui Jadi Usul DPR

Juni 30, 2026

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Dapat Opini WTP

Juni 30, 2026
Berita Terkini

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Terjebak Masalah Tata Kelola Seperti BGN

Juni 30, 2026164 Views

15 RUU Kabupaten/Kota di 3 Provinsi Kalimantan Disetujui Jadi Usul DPR

Juni 30, 20260 Views

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Dapat Opini WTP

Juni 30, 20260 Views

MK Putuskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Juni 30, 20260 Views

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook

Juni 30, 202620 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Misbakhun Ajak Elite Parpol Tidak Main 2 Kaki dan Jaga Kondusivitas

Juni 21, 2026851 Views

Jangan Ada Upaya Bikin Retak dan Isu Memecah Belah Prabowo-Gibran

Juni 24, 2026797 Views

Nurul Arifin Soroti Pemberantasan Judi Online: Hilang Sepuluh, Tumbuh Seratus

Juni 27, 2026795 Views
Pilihan Editor

Said Abdullah Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Terjebak Masalah Tata Kelola Seperti BGN

Juni 30, 2026

15 RUU Kabupaten/Kota di 3 Provinsi Kalimantan Disetujui Jadi Usul DPR

Juni 30, 2026

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Dapat Opini WTP

Juni 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • About us
  • Contact
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?