Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 2026

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 2026

Dasco Pastikan DPR Kawal Penuntasan Kejelasan Status 172 Ribu Guru non-ASN Jadi Guru PPPK

Agustus 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Prabowo Pimpin Pemusnahan 214,84 Ton Narkoba, Nilainya Capai Rp 29 Triliun
Headline

Prabowo Pimpin Pemusnahan 214,84 Ton Narkoba, Nilainya Capai Rp 29 Triliun

RedaksiBy RedaksiOktober 29, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Presiden Prabowo Subianto menghadiri proses pemusnahan barang bukti kasus narkoba di Indonesia. Pemusnahan dilakukan untuk penindakan oleh Kepolisian RI (Polri) selama Oktober 2024 ke Oktober 2025.

Didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Prabowo memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkoba tersebut di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Barang bukti narkoba sebanyak 214,84 ton dengan estimasi nilai setara dengan Rp 29,37 triliun yang bakal dimusnahkan hari ini di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Pusat.

Prabowo mengatakan jumlah narkoba sebesar itu bisa saja digunakan hingga 629 juta orang, artinya ratusan juta orang ini diselamatkan dari barang-barang haram.

“Berhasil mereka (Polri) sita dan merebut adalah 214,84 ton nilai uangnya 29,37 triliun. Bila tidak berhasil mereka sita dan tangkap, itu bisa digunakan 629 juta manusia, lebih dari dua kali bangsa Indonesia,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan di agenda yang dihelat pada Rabu (29/10/2025).

“Saya sampaikan penghargaan saya sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Polri di manapun saudara bertugas,” lanjutnya.

Menurutnya ancaman kebangsaan sangat banyak, ada ancaman fisik, ada ancaman militer, ancaman secara psikologis, hingga ancaman secara politis. Narkoba juga menjadi bahaya yang tak kalah besar, sebab merusak masa depan bangsa.

“Jadi ini ancaman yang besar dan tidak kalah bahayanya adalah ancaman narkoba. Narkoba ini merusak masa depan bangsa,” ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemberantasan narkoba bukan hanya soal hukum, melainkan perjuangan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman kehancuran moral dan mental.

“Narkoba ini merusak masa depan bangsa,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, meski pemberantasan narkoba merupakan prioritas, pemerintah juga harus menyelesaikan persoalan-persoalan krusial lain yang menghambat kemajuan nasional.

“Tapi memang dalam pemerintahan ada hal-hal yang harus kita selesaikan dahulu, masalah utama waktu saya menerima tugas sebagai presiden masalah utama yang saya lihat adalah kebocoran kekayaan negara,” ujarnya.

Menurutnya, kebocoran sumber daya nasional menjadi akar dari berbagai persoalan sosial, termasuk lemahnya penegakan hukum dan maraknya peredaran narkotika. Ia menekankan, kekayaan negara adalah fondasi utama bagi keberlangsungan bangsa.

“Apapun yang kita inginkan mustahil kita capai kalau kekayaan kita tidak kita kuasai, tidak kita kelola. Kekayaan itu ibarat darah di satu badan. Kalau darah kita bocor, mengalir sekian, yang di ujungnya badan manusia itu mati. Sama, suatu negara itu ibaratnya sama dengan badan, dan darahnya itu adalah kekayaan, darahnya itu adalah sumber daya, ujungnya menjadi uang. Tapi uang sumbernya itu dari sumber daya. Kalau sumber dayanya kita bocor, darah kita hilang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kebocoran kekayaan negara yang terus terjadi selama puluhan tahun akan berujung pada kegagalan nasional.

“Kalau hilangnya terus-menerus tahun bertahun, berdekade-berdekade, sudah pasti, saudara-saudara, tidak usah orang pintar, tidak usah S3, untuk di ujungnya kita akan gagal sebagai suatu bangsa,” tuturnya.

Ia menilai, salah satu bentuk kerusakan akibat kebocoran ekonomi adalah maraknya penyalahgunaan narkotika yang merusak generasi penerus bangsa. Karena itu, sejak awal masa pemerintahannya, Prabowo mengaku langsung berupaya memahami dan mengonsolidasikan seluruh kekayaan negara agar dapat dikelola dengan baik.

“Karena itu di awal pemerintahan saya, saya berusaha untuk pertama mengerti, mencari, memahami di mana kekayaan kita semuanya, dan saya berusaha mengkonsolidasikan ini,” pungkasnya.

Dalam agenda yang sama, secara simbolis Prabowo sempat melakukan pemusnahan beberapa bungkus narkotika dengan melemparnya ke dalam tungku api yang menyala. (*)

Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 2026

Presiden Prabowo Akan Buka Muktamar Ke-35 NU Disambut 2000 Santri

Agustus 27, 2026

Prabowo Dorong RUU Perampasan Aset, Qodari : ‘Bola Liar’ Ada di DPR

Agustus 26, 2026
Berita Terkini

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 20262 Views

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 20265 Views

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK 2026-2031

Agustus 27, 20260 Views

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 20266 Views

Botok dan Perwakilan Pendemo Hadir di Rapat Paripurna DPR, Puan: Gedung DPR Terbuka Terima Aspirasi

Agustus 27, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026116 Views

Ariawan Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif oleh Swarna Dwipa Institute

Agustus 22, 202665 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202618 Views
Pilihan Editor

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU Di Jombang, Perkenalkan Jas Hijau (Jasa Ulama)

Agustus 27, 2026

Bahtra Banong Apresiasi Komitmen Dasco Kawal RUU Perampasan Aset

Agustus 27, 2026

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK 2026-2031

Agustus 27, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?