Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Resmi Dihentikan

September 17, 2026

Golkar: Sistem Multipartai Sederhana Kunci Presidensial Efektif

Februari 1, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Nasionalisme Harus Ditanamkan Sejak Dini
DPR

Nasionalisme Harus Ditanamkan Sejak Dini

RedaksiBy RedaksiAgustus 5, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya dalam Dialektika Demokrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Herman menyoroti bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus dijadikan landasan dalam membangun masa depan bangsa.

“Kita merdeka bukan karena diberi oleh penjajah, tetapi melalui perjuangan panjang, dari perang-perang lokal hingga peristiwa monumental seperti Sumpah Pemuda dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Inilah sejarah yang harus terus kita tanamkan, khususnya kepada generasi muda,” ujar Herman, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, untuk benar-benar mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, sebuah masa di mana Indonesia diharapkan menjadi negara maju dan sejahtera secara adil dan merata, diperlukan fondasi kuat, yakni pembangunan sumber daya manusia yang beretika, bermoral, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

“Banyak negara maju tidak memiliki sumber daya alam melimpah, tapi unggul karena kualitas manusianya. Jepang dan Korea Selatan adalah contohnya. Kita harus belajar dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme sejak dini,” kata Herman.

Ia juga mengapresiasi tema kegiatan yang menurutnya sangat relevan, yakni memperkuat semangat kemerdekaan dari usia dini. Menurutnya, ini merupakan modal dasar untuk membangun generasi unggul.

“Spirit nasionalisme tidak akan tumbuh sendiri. Negara harus hadir, mendesain bagaimana semangat kebangsaan itu bisa ditanamkan sejak kecil. Ini bukan hanya tugas kelompok tertentu, tapi tanggung jawab negara,” tegasnya.

Herman menyebut bahwa program seperti 4 Pilar MPR yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah instrumen penting untuk memperkuat fondasi kebangsaan.

Tak hanya itu, Herman juga menyoroti peran penting media dalam menjaga semangat kebangsaan. Menurutnya, media harus terus mengabarkan hal-hal positif yang memperkuat jati diri bangsa.

“Media adalah kunci untuk memperluas dan mempertajam kesadaran kita terhadap nilai-nilai kebangsaan. Semakin sering dibicarakan, semakin tertanam dalam ingatan kolektif bangsa,” ujarnya.

Sekjen Partai Demokrat ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah dan terus menjaga keutuhan NKRI.

“NKRI harga mati. Tidak boleh sejengkal tanah pun lepas. Ini adalah warisan para pahlawan dan leluhur kita yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Sementara Akademisi dan pegiat pendidikan, Adjat Wiratma, menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis identitas yang melanda generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z, yang akan menjadi orang tua dari Generasi Beta, generasi yang akan mengisi Indonesia Emas 2045.

Adjat menyoroti bagaimana lemahnya pemahaman kebangsaan dan sejarah pada generasi saat ini bisa berdampak serius pada proses pengasuhan anak-anak di masa depan.

“Kalau pemahaman tentang kebangsaan tidak tertanam pada generasi yang akan melahirkan generasi berikutnya, bagaimana mereka bisa mentransfer nilai-nilai itu dalam pengasuhannya?” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, termasuk melalui penguatan nilai-nilai nasionalisme. Namun, menurutnya, yang terjadi justru sebaliknya.

“Kita melihat ketergantungan pada teknologi dan arus informasi yang berlebihan justru membuat anak kehilangan daya imajinasi,” katanya.

DPR RI KWP Nasionalisme Usia dini
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 2026

Komisi II DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu

September 30, 2026
Berita Terkini

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 20260 Views

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 20260 Views

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 20261 Views

Lasarus Tegaskan Revisi RUU LLAJ Selesai 2027 Dan Pajak Aplikator Diatur

September 30, 20260 Views

KPK : Fasilitas Mewah Lapas Bisa Gerus Efek Jera

September 30, 20260 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Tawarkan 3 Solusi Strategis untuk Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta Kecam Narasi Bias Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB

September 26, 202611 Views

Hilirisasi Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Transmigran

September 26, 202610 Views

Komisi XIII DPR : Menteri Impas Usut Temuan Fasilitas di Lapas Cibinong

September 25, 20266 Views
Pilihan Editor

Puan: Memang Sudah Waktunya, Pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri Tak Perlu Dipermasalahkan

Oktober 1, 2026

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Oktober 1, 2026

Gus Kikin : JK Dan Gus Baha Masuk Kepengurusan NU 2026-2031

September 30, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?