Close Menu
MataParlemenMataParlemen
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
Populer Hari Ini

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 2026

Dipimpin Dasco, Rapat Paripurna DPR RI Setujui Pengesahan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026

Agustus 27, 2026

Dasco Pastikan DPR Kawal Penuntasan Kejelasan Status 172 Ribu Guru non-ASN Jadi Guru PPPK

Agustus 26, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
MataParlemenMataParlemen
Login
  • Peristiwa
  • Hukum
  • DPR
  • MPR
  • DPD
MataParlemenMataParlemen
Home » Budidaya Padi Metode ‘Sawah Pokok Murah’ Dorong Pertanian Unggul Biaya Rendah
DPR

Budidaya Padi Metode ‘Sawah Pokok Murah’ Dorong Pertanian Unggul Biaya Rendah

RedaksiBy RedaksiJuni 23, 2025
Share Facebook Twitter Pinterest Copy Link LinkedIn Tumblr Email Telegram WhatsApp
Follow Us
Google News Flipboard
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati (Titiek) Soeharto melakukan panen raya saat Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (21/6/2025). (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

MataParlemen.id-Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati (Titiek) Soeharto memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh petani di kabupaten Agam dalam menerapkan budidaya padi dengan Metode Sawah Pokok Murah (SPM).

Inovasi tersebut dinilai mampu mendukung upaya swasembada pangan, khususnya beras, di tingkat provinsi bahkan nasional.

“Hari ini kami dari Komisi IV DPR RI melakukan panen padi dengan metode Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam. Inovasi ini luar biasa dan kami sangat menyambut baik. Ini merupakan temuan putra daerah yang patut mendapat perhatian lebih,” ujar Titiek dalam Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (21/6/2025).

Untuk itu, Titiek menekankan, pentingnya dukungan pemerintah khususnya dari Kementerian Pertanian, dalam pengembangan metode tersebut.

Ia secara langsung meminta kepada Dirjen Tanaman Pangan Kementan yang turut hadir pada kesempatan itu agar mendukung penyebaran metode SPM tersebut khususnya pada tahap awal di terapkannya yakni di Provinsi Sumbar.

“Kami mendorong agar Kementerian Pertanian memperhatikan dan mendukung inovasi ini agar bisa dikembangkan di Sumatera Barat terlebih dahulu. Jika berhasil, tentu sangat memungkinkan untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia,” jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Menurut Titiek, metode SPM bukan hanya mampu menekan biaya produksi tetapi juga dapat disesuaikan menggunakan bibit yang sesuai dengan kondisi lokal masyarakat Sumbar. Dengan demikian, potensi swasembada beras bisa lebih cepat tercapai.

“Mudah-mudahan Sumbar segera bisa swasembada beras. Jadi tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar. Ini bisa menjadi langkah awal dan percontohan yang baik untuk mempercepat keinginan pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo, untuk mewujudkan swasembada pangan,” tandasnya.

Hal senada turut diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro yang menilai metode SPM merupakan sebuah potensi besar dengan biaya rendah.

Menurutnya program tersebut layak dijadikan proyek percontohan nasional yang bisa mendukung pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.

“Saya melihat langsung bahwa pola tanam sawah bapokok murah di Agam ini luar biasa. Dalam setahun bisa panen tiga kali, dan selain padi, petani juga bisa memelihara ikan dan belut di sela-sela paritnya. Ini sangat hemat dan produktif,” ujar Darori.

Ia menambahkan bahwa dalam satu hektare lahan petani rata-rata dapat menghasilkan hingga 5 kuintal padi. Ditambah dengan hasil sampingan seperti ikan dan belut menurutnya dapat memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani setempat.

“Sistemnya sederhana, cepat, dan murah. Petani di sini luar biasa dalam satu hari mereka bisa bekerja 8–10 jam dan menyelesaikan pekerjaan yang biasanya butuh waktu dua hingga tiga hari. Ini tentu sangat menghemat ongkos produksi,” jelas Darori.

Darori turut menyoroti peran tokoh lokal setempat yang menemukan inovasi SPM menurutnya hal ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional.

“Harapan kita ini bisa menjadi motivasi untuk dikembangkan di seluruh Sumbar dan bahkan ke provinsi lain. Program ini sejalan dengan arahan Presiden soal swasembada beras,” imbuhnya. (*)

DPR Komisi IV Panen Raya Sawah Pokok Murah Titiek Soeharto
Follow on Google News Follow on Flipboard
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
Redaksi

Related Posts

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 2026

Botok dan Perwakilan Pendemo Hadir di Rapat Paripurna DPR, Puan: Gedung DPR Terbuka Terima Aspirasi

Agustus 27, 2026

Dipimpin Dasco, Rapat Paripurna DPR RI Setujui Pengesahan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026

Agustus 27, 2026
Berita Terkini

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 20263 Views

Botok dan Perwakilan Pendemo Hadir di Rapat Paripurna DPR, Puan: Gedung DPR Terbuka Terima Aspirasi

Agustus 27, 20260 Views

Dipimpin Dasco, Rapat Paripurna DPR RI Setujui Pengesahan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026

Agustus 27, 20263 Views

Desy Ratnasari Dorong Pemerintah Perkuat Akses Layanan Kesehatan di Daerah

Agustus 27, 20262 Views

Presiden Prabowo Akan Buka Muktamar Ke-35 NU Disambut 2000 Santri

Agustus 27, 20261 Views

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Berita Terpopuler

Komisi I DPR Dukung Tidak Adanya Larangan Hijab di Unhan dan Mendorong Konsistensi Penerapannya

Agustus 24, 2026115 Views

Ariawan Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif oleh Swarna Dwipa Institute

Agustus 22, 202665 Views

Soroti Masih Adanya Pembelajaran di Tenda, Hetifah: Perlu Percepatan Revitalisasi Sekolah

Februari 20, 202618 Views
Pilihan Editor

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tidak Disahkan 15 Desember Mendatang

Agustus 27, 2026

Botok dan Perwakilan Pendemo Hadir di Rapat Paripurna DPR, Puan: Gedung DPR Terbuka Terima Aspirasi

Agustus 27, 2026

Dipimpin Dasco, Rapat Paripurna DPR RI Setujui Pengesahan RUU Perampasan Aset Paling Lambat 15 Desember 2026

Agustus 27, 2026

Subscribe to Updates

Dapatkan berita terkini dan eksklusif langsung ke email Anda, setiap harinya!

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
© 2026 MataParlemen.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?